SELEKSI PSIKOTEST

Kebahagiaan yang sangat luar biasa adalah saat saya berhasil mengetahui bahwa saya masuk tahap psikotest Tanoto Foundation ! 
Seleksi Psikotest adalah seleksi yang paling ditakuti oleh sebagian orang saat mendaftar sesuatu, baik itu pekerjaan, beasiswa, sekolah atau yang lainnya. Saya sempat mengalami kegagalan seleksi psikotest saat mendaftar di salah satu perguruan tinggi yang sangat terkemuka. Ketakutan membuat saya tertekan saat itu, namun saya diyakinkan oleh kakak-kakak saya bahwa yang mengalami ketakutan bukan hanya saya saja melainkan 139 saingan saya pasti mengalami ketakutan. Semua tergantung diri sendiri dalam mengatasi ketakutan itu, kuncinya berusaha dan berdoa. Semangat !
Setelah saya mendapatkan kata-kata tersebut saya seperti mendapatkan kekuatan baru. Saya mencari informasi mengenai test psikotest pada tahun sebelumnya. Selain itu, saya menyiapkan berkas S1 yang harus dikumpulkan dan dibawa saat itu, yaitu :
a) Dokumen Umum
  1. Foto berwarna terakhir ukuran 3 x 4 (2 lembar)
  2. Fotocopy KTM (1 lembar)
  3. Fotocopy KTP (1 lembar)
  4. Fotocopy KK (1 lembar)
  5. Fotocopy akte kelahiran (1 lembar)
  6. Essay yang berisi penjelasan mengapa Tanoto Foundation harus memilih calon pendaftar menjadi penerima beasiswa Tanoto Foundation (paling banyak 500 kata).

b) Dokumen Khusus
Program S1
  1. Fotocopy rapor kelas III (XII) dan ijazah SMA/SMK/MA yang sudah dilegalisasi sebanyak 1 lembar, bagi calon pendaftar yang saat ini baru memulai perkuliahan tahun pertama;
  2. Fotocopy transkrip nilai akademik terakhir yang sudah dilegalisasi sebanyak 1 lembar, khusus bagi calon pendaftar yang bukan mahasiswa tahun pertama;
  3. Slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan orang tua (ayah dan ibu). Surat keterangan dari lurah kalau non swasta atau PNS 
Setelah semua berkas terkumpul, saya menyiapkan diri dengan cara belajar agar saya mampu menjadi salah satu penerima beasiswa Tanoto Foundation. Saya belajar menggambar orang yang diinginkan saat psikotest, menggambar pohon dengan segala syaratnya, menggambar bebek kebalik, menggambar warteg test dan segala aturannya, saya belajar menghitung dalam kraepelin test. Semua saya lakukan agar saya berhasil dalam test psikotest dan untuk mengatasi ketakutan saya dalam test. 
Gambar orang yang saya contoh, rambut pendek saya memudahkan ternyata 😜


Gambar Pohon yang saya jadikan contoh. Pohon Jeruk terbaiklah 😃

Gambar warteg test gini nih guys 👍👍👍👍👍

Test Koran yang bikin tangan pegel, otak mumet, perut mules, keringet dingin 😃

Hari yang ditunggu pun tiba. Hari test psikotest yang sangat membuat saya degdegan. Test dilakukan pukul 08.00, namun saya sudah siap berangkat pukul 07.00. Saya sempat ke kos temen saya untuk berangkat bareng, namun teman saya ternyata belum siap. Saya pun berangkat terlebih dahulu dengan semua berkas yang dibutuhkan sudah dalam tas, Saya pergi dengan menggunakan almamater ke tempat psikotest, yaitu gedung widyaloka Universitas Brawijaya. Saat saya tiba ternyata sudah ramai di gedung tersebut, saya dengan yakin masuk ke dalam gedung. Saya melakukan presensi terlebih dahulu, saat itu orang tanotolah yang menjaga langsung. Hal ini terjadi karena Universitas Brawijaya adalah penerima pertama untuk angkatan 2016. 
Saat sudah di dalam gedung, ternyata yang duduk di samping saya adalah kakak tingkat saya di matematika UB, mas veri. Ketika waktu menunjukkan pukul 08.00, kami disuruh mengisi formulir yang disediakan dari pihak penyelenggaran. Kebetulan saat itu, Tanoto Foundation bekerjasama dengan Psikologi UGM yang salah satunya orangnya merupakan penerima Tanoto Foundation. 
Tes yang dilakukan adalah test gambar, test matematik, tes kepribadian, tes pemahaman, tes logika berpikir, dan yang terakhir adalah TEST MENGGAMBAR dan TES KORAN! Ternyata usaha saya berlatih menggambar dan menghitung tidak sia-sia ! Dari semua yang saya latih, yang tidak keluar adalah menggambar bebek. Yaa walaupun bebek tidak keluar, namun tes lainnya keluar hehe.
Setelah tes menggambar,selanjutnya adalah tes forum diskusi kelompok. Kami dibentuk dalam beberapa kelompok dan ternyata saya satu kelompok dengan mas veri lagi ! Kami diberikan kertas dan kami disuruh untuk memecahkan masalah dalam kertas tersebut. Forum Diskusi Kelompok dilakukan setelah jam istirahat dan sudah ditentukan waktunya sehingga semua sudah bersiap-siap saat waktunya masuk. Saat istirahat, tim mipa berkumpul untuk makan bersama dan sama-sama memecahkan masalah yang diberikan seperti simulasi permulaan lah saat itu. Akhirnya kami mendapatkan hasil terbaik yang kami punya dengan penuh keyakinan!
Saatnya saya dan mas veri masuk dalam gedung widyaloka kembali bersama kelompok kami. Saa di dalam kelompok terdapat satu orang dari pihak psikotest yang mengawasi kami dan menerangkan apa yang harus kami lakukan yaitu diskusi dilakukan dalam forum, akan ada moderator yang memimpin jalannya diskusi, tidak boleh ada voting, dan semua orang bebas berpendapat. Waktu yang diberikan untuk kami berdiskusi adalah 15 menit, apapun jawabannya harus dikumpulkan dalam 15 menit. Saat waktu diskusi dimulai, ada seseorang yang langsung mengambil alih menjadi moderator ! Saya dan mas veri masih terdiam. Kemudian, kami mulai memecahkan masalah di kertas tadi. Semua orang sangat aktif memberikan pendapat, bahkan ada yang berpendapat hingga hampir terbawa emosi. Saya sempat hampir terpancing, namun mas Veri menyenggol saya sebagai tanda untuk tidak terbawa arus, tetapi harus menjadi pembeda. Saya dan mas Veri hanya berpendapat 2-3 kali saat itu. 
Setelah selesai forum kami keluar ruangan, kami semua menghembuskan nafas sebagai kelegaan menyelesaikan forum. Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya ada di forum tersebut !!
Saya dan mas Veri kembali ke gedung matematika untuk melanjutkan perkuliahan. Saat di perjalanan, mas Veri berkata "Sukses yo ! Semoga ketemu lagi di tahap selanjut-lanjutnya !". Saya hanya membalas "Oyi mas !"
Setelah itu, saya bertemu teman seangkatan saya dan ditanya darimana karena menggunakan almamater. Kemudian saya menjawab bahwa saya dari tes psikotes tanoto. Terus dia bertanya "Kamu ikut Tanoto ? Wah keren ya. Gak daftar djarum juga?*kebetulan belum pendaftaran saat itu*" Saya hanya menjawab "Pingin sih tapi liat nanti aja". Trus dia menjawab "Kalo kamu yakin ama Tanoto ya Tanoto aja soalnya abis ini wawancara kan ? Daripada nanti pas wawancara ditanya ikut beasiswa apa aja terus kamu bingung jawabnya". Sejak saat itu, saya yakin bahwa tujuan saya hanya Tanoto Foundation saja. Saya akan berjuang keras untuk hasil terbaik !!

Inilah cerita saya tentang psikotest Tanoto Foundation. Semoga berguna dan semoga beruntung T-Friends 😊. Saat ini saya bukan hanya sebagai peserta psikotest tapi sebagai penerima yang membantu melaksanakan psikotest  Tanoto Foundation di Universitas Brawijaya 😊.





Gambar Pelaksanaan Psikotest Tanoto Foundation UB 2017

Selamat berjuang teman-teman ! Semoga Sukses :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELEKSI ADMINISTRASI